Kamis, 29 Maret 2012

tips menghadapi ujian nasional

- Belajar Keras Sebulan Sebelum Hari-H Nah, hitung aja tanggal berapa ujian nasional. Lalu kurangkan 30 hari atau mundurkan 1 bulan, dan mulai saat itulah kita harus belajar keras. Memang sepertinya sangat mudah, tetapi justru ini menjadi momok yang menakutkan bagi para blogger. Dapatkah anda bayangkan dalam sebulan tidak ada update, tidak ada link building, tidak ada make money online? Kata orang harus ada yang dikorbankan, tetapi bagi saya jangan ada yang dikorbankan anger . Belajar boleh-boleh saja, tapi ngeblog harus tetap jalan, hanya jamnya saja yang dikurangi. Bila sebelumnya 2 jam, cukup sejam sajalah sekarang big_smile . - Gak Usah Takut Buat apa takut? Ada ujian ulangan kok, ada paket kok. Walaupun gak lulus, bukan berarti kita harus bunuh diri khan? � happy Mau lulus kek, mau gak kek, the life must go on bad_smile . Santai saja, tapi bukan berarti santai untuk tidak belajar. Intinya: jangan takut dan jangan resah scorn . Pikirkan bahwa semua yang anda pelajari akan keluar semua nanti, dan galang banyak dukungan dan motivasi dari orang-orang dekat anda. - Tanya Pengalaman Orang Lain Ikut Ujian Mungkin kamu punya kakak yang udah pernah menghadapi UN sebelumnya, minta tips dari mereka. Terkadang ada beberapa hal yang hanya orang sudah pernah mengalaminya yang tahu. Gak usah malu bertanya, karena kita ini makhluk sosial yang tidak akan bisa hidup tanpa orang lain exciting . Bukan cuma itu, tanya pada mereka bagaimana cara belajar yang paling efektif. Dan disini, tidak ada percobaan apakah cara itu akan berhasil atau tidak, implementasikan saja super_man . Baiklah, cukup ini saja saya kira, semoga sukses semua� unhappy !

Sabtu, 24 Maret 2012

perpisahan SD YPWKS 2

ini foto perpisahan SD YPWKS 2. Meskipun gak dateng semua, tapi tetep aja temu kangennya udah agak sedikit terobati.

20 Ciri Kedewasaan ( Akhmad Sudrajat )

1. Tumbuhnya kesadaran bahwa kematangan bukanlah suatu keadaan tetapi merupakan sebuah proses berkelanjutan dan secara terus menerus berupaya melakukan perbaikan dan peningkatan diri. 2. Memiliki kemampuan mengelola diri dari perasaan cemburu dan iri hati. 3. Memiliki kemampuan untuk mendengarkan dan mengevaluasi dari sudut pandang orang lain. 4. Memiliki kemampuan memelihara kesabaran dan fleksibilitas dalam kehidupan sehari-hari. 5. Memiliki kemampuan menerima fakta bahwa seseorang tidak selamanya dapat menjadi pemenang dan mau belajar dari berbagai kesalahan dan kekeliruan atas berbagai hasil yang telah dicapai. 6. Tidak berusaha menganalisis secara berlebihan atas hasil-hasil negatif yang diperolehnya, tetapi justru dapat memandangnya sebagai hal yang positif tentang keberadaan dirinya. 7. Memiliki kemampuan membedakan antara pengambilan keputusan rasional dengan dorongan emosionalnya (emotional impulse). 8. Memahami bahwa tidak akan ada kecakapan atau kemampuan tanpa adanya tindakan persiapan. 9. Memiliki kemampuan mengelola kesabaran dan kemarahan. 10. Memiliki kemampuan menjaga perasaan orang lain dalam benaknya dan berusaha membatasi sikap egois. 11. Memiliki kemampuan membedakan antara kebutuhan (needs) dengan keinginan (wants). 12. Memiliki kemampuan menampilkan keyakinan diri tanpa menunjukkan sikap arogan (sombong). 13. Memiliki kemampuan mengatasi setiap tekanan (pressure) dengan penuh kesabaran. 14. Berusaha memperoleh kepemilikan (ownership) dan bertanggungjawab atas setiap tindakan pribadi. 15. Mengelola ketakutan diri (manages personal fears) 16. Dapat melihat berbagai “bayangan abu-abu” diantara ekstrem hitam dan putih dalam setiap situasi. 17. Memiliki kemampuan menerima umpan balik negatif sebagai alat untuk perbaikan diri. 18. Memiliki kesadaran akan ketidakamanan diri dan harga diri. 19. Memiliki kemampuan memisahkan perasaan cinta dengan berahi sesaat. 20. Memahami bahwa komunikasi terbuka adalah kunci kemajuan.